Rabu, 15 Maret 2017

Sekilas Informasi Untuk Yang Mau Belajar Jadi Mandiri Di Investasi

Bank Mandiri adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan layanan finansial kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro& Business, ConsumerBanking serta Treasury.

Bank Mandiri pada saat ini memiliki anak-anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu:
Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), Bank Mandiri Taspen Pos/Mantap (UMKM), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Mandiri InHealth (asuransi kesehatan), Mandiri AXA General Insurance (asuransi umum), Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan), Mandiri Utama Finance (jasa pembiayaan), Mandiri International Remittance (remitansi), Mandiri Europe (treasury&financialinstitution) dan Mandiri Capital Indonesia (Pembiayaan modal ventura).
Mandiri Capital sebagai salah satu anak usaha yang menopang bisnis mandiri, baru baru ini memberikan pendanaan kepada Amartha,untuk Kembangkan Platform P2P bagi Masyarakat Unbanked di Indonesia. Amartha merupakan perusahaan dalam negeri yang fokus pada bisnis mempertemukan para pemodal dan pencari pinjaman dana yang sulit mendapatkan akses pinjaman dari bajk secara langsung. Amarta hadir di bidang permodalan usaha dan investasi dengan memanfaatkan teknologi terkini, agar bisa di manfaatkan sebaik baiknya oleh masyarakat di Indonesia.
Dengan pendanaan dari Mandiri Capital ini, Amartha akan memanfaatkan pendanaan tersebut untuk memperluas skala bisnisnya hingga dapat menjangkau ratusan ribu pengusaha mikro di seluruh pelosok Indonesia, membukakan akses bagi para pelaku usaha, terhadap permodalan yang terjangkau dan berkelanjutan. Amarta menyasar pada Investasi Pada UMKM Untuk Ekonomi Indonesia Yang Lebih bergelora.
Selain membuka akses kepada para pencari pinjaman di seluruh pelosok negeri, Amartha juga terbuka bagi masyarakat umum untuk turut serta berpartisipasi memberikan pinjaman atau sebagai investor untuk di gunakan oleh para pelaku usaha yang sudah terdata dan terverifikasi dalam sistem yang di kelola amartha tersebut. Di kutip dari website nya, Selama 6 tahun, Amartha sudah menyalurkan lebih dari Rp. 66 milyar pembiayaan, Lebih dari 29,000 pengusaha mikro telah diberdayakan 99,95% angsuran tepat waktu.
Investasi dari pemodal disalurkan langsung ke pelaku usaha mikro sehingga mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Tim lapangan amartha juga turut hadir mendampingi setiap peminjam sehingga investasi dari para investor relatif aman, mal ini juga menciptakan efek bagus bagi masyarakat.
Sistem pemasaran dan verifikasi data pada amartha dilengkapi perhitungan khusus sehingga batasan dana yang diberikan kepada calon peminjam, sudah mencerminkan profil risiko dari calon peminjam. Pendekatan teknologi yang di kelola amartha, memastikan investor memiliki informasi yang lengkap dan menyeluruh sebelum membuat keputusan berinvestasi.
Sistem yang diterapkan pada amarta mengacu pada prinsip pembiayaan seperti:
- Mencegah beban hutang berlebih
- Sistem bagi hasil / margin yang bertanggung jawab
- Transparan
- Keadilan bagi peminjam dan investor
- Kerahasiaan dan keamanan data
- Ketepatan waktu merespons dan bantuan
Dengan beberapa prisip yang di terapkan tersebut tentunya amarta menjadi tempat yang memiliki daya tarik lebih bagus bagi para investor untuk memaksimalkan manfaat dari kelebihan keuangan yang di milikinya.
Amartha juga mengajak kita semua melayani pembiayaan bagi pengusaha mikro yang tidak memiliki akses ke perbankan konvensional. Bebarapa sektor usaha yang menjadi sasaran dari amartha di antaranya adalah: Perdagangan ,industri,rumah tangga ,pertanian ,peternakan ,jasa ,pendidikan ,perumahan ,air dan sanitasi serta kesehatan. Nah bagi yang mau coba jadi mandiri dan belajar memanfaatkan uang untuk berinvestasi silakan langsung saja coba dulu ke websitenya amartha

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs www.jadimandiri.org,

Beberapa sumber data dan tulisan di kopi dari press release, gambar ilustrasi dari situs twitter dan google

Sinergi

Sinergi
Seputar Informasi Energi