Sabtu, 21 Mei 2016

Mengapung Mengolah Gas Bumi

PGN sebagai perusahaan yang melewati masa setengah abad berkecimpung di bidang pengelolaan energi baik terutama gas bumi di negara kita, terus bergelora kinerjanya. Salah satu fasilitas yang di miliki BUMN ini adalah terminal mengambang ter apung apung yang berada di wilayah perairan selat sunda, berlokasi tepatnya di antara pulau jawa dan pulau sumatera. Bukan antara ada dan tiada, jadi lokasi fasilitas ini jelas ada bukan merupakan dongeng atau cerpen fiktif tentang energi gas bumi dan pemanfaatanya.
Photo published for FSRU Lampung Akan Salurkan 1,1 Juta Meter Kubik Kargo LNG - Kompas.com
t.co/ONeIc2ebc2
FSRU lampung merupakan singkatan dari Floating Storage Ragasification Unit, atau sesuatu yang mengambang yang juga di manfaatkan sebagai tempat penyimpanan dan pengubah wujud dari encer ke  gas,  untuk LNG (Liquified Natural Gas) atau cairan yang berasal dari alam berbahan gas bumi yang di ubah kepadatanya hingga berbentuk seperti air. Sesuatu yang mengapung ini bisa memberikan pilihan pembuka jalan dalam hal pertumbuhan ekonomi dan perkembang biakkannya. Karena sesuatu yang mengapung ini ternyata berfungsi sebagai penerima gas bumi cair lalu mengubahnya kembali ke bentuk gas, kemudian di salurkan ke jaringan gas bumi yang telah di bangun, agar dapat mencukupi kebutuhan seperti; rumah tangga, aneka industri hingga untuk bahan bakar pembangkit listrik.

Sesuatu yang mengapung ini atau sering di tulis di berbagai media informasi dengan sebutan FSRU Lampung ini, melalui jaringan gas bumi PGN,  mendistribusikan gas bumi menuju ke wilayah pulau jawa bagian barat, pulau sumatera bagian selatan bahkan juga di ceritakan jaringan distribusi yang di bangun kelak dapat memenuhi kebutuhan energi atau bahan bakar untuk wilayah kepri, batam dan sekitarnya.

Nah distribusi yang lancar dan suplai energi yang tercukupi inilah yang secara matic oto atau sotomatis akan memupuk perekonomian rumah tangga sampai ke sektor industri. Karena adanya ketersediaan bahan bakar maka mesin penggerak roda pertumbuhan bisa segera berputar dan berjalan menuju kemajuan yang di citakan. Walaupun jumlah masyarakat yang menerima manfaat secara langsung energi baik gas bumi belumlah seluruh masyarakat Indonesia, namun PGN terus menggenjot pembangunan dan pengembangan sarana pengelolaan dan pendistribusian gas bumi. Secara perlahan PGN menggerayangi berbagai sektor produksi di berbagai belahan area strategis di wilayah NKRI ini.

Kembali ke FSRU Lampung yang dikelola PT PGN LNG Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Tahun ini FSRU Lampung akan menerima total 1,1 juta meter kubik LNG dari kilang LNG Tangguh, Papua. Di hari minggu ceria tepatnya tanggal 24 bula april tahun 2016,  kapal pembawa LNG yang mengangkut satu kargo LNG yang bermuatan sekitar 137.700 meter kubik gas bumi cair, merapat ke FSRU Lampung yang terapung di laut, setelah berlayar sekitar satu minggu dari Papua. Kiriman ini merupakan kargo kedua yang diterima FSRU Lampung, kargo yang pertama telah datang pada 2 April 2016 lalu dan kargo ketiga di rencanakan akhir bulan mei ini.

FSRU Lampung juga dinyatakan siap untuk mendukung supply gas bumi yang lebih ramah lingkungan dan swasembada sumber energi domestik untuk proyek listrik 35.000MW yang menjadi target Presiden Joko Widodo di bidang energi FRSU lampung ini tengah mempersiapkan diri untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik yang berada di Jawa bagian barat, Sumatera bagian selatan, kepulauan Riau dan Bangka Belitung dan sekitarnya.

Semoga setiap langkah dan target kerja bisa terlaksana juga dapat di capai dengan hasil maksimal. Walau setiap jalan pastilah ditemui hambatan.

Artikel ini untuk merespon tulisan: Amelia: http://ahadiwinata.blogspot.co.id/2016/04/kargo-kedua-fsru-lampung-telah-datang.html

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sinergi

Sinergi
Seputar Informasi Energi