Sabtu, 23 April 2016

Bumi Berulang Tahun Apa Kado Untuknya?

Bumi ini semakin panas karena bumi kian ber umur, apakah bumi yang kita huni semakin ber energi ataukah bertambah loyo? sampai dengan saat ini.,,,...   Setiap tanggal 22 April kita memperingati hari bumi, jutaan slogan mari selamatkan bumi bertebaran di dunia maya. Namun jika kita bertanya ini memperingati hari bumi yang ke berapa? berapa tahun sebenarnya usia bumi kita? dan berapa lama lagi bumi ini masih bisa menyediakan kehidupan?, Semuanya mengeleng, temuanya terpaku, semuanya menjawab tak mengerti.(lirik lagu).
pic.twitter.com/FLBHALS0O2
Dalam menjaga lingkungan agar bumi tetap segar dan energi bumi tetap stabil perlu kita mulai dari diri kita sendiri.

Beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan contohnya
- jangan membuang sampah sembarangan agar lingkungan bersih terjaga
- Jangan merusak taman atau ruang terbuka hijau yang ada di dekat lingkungan kita. Apalagi sampai menginjak injak bunga bunga yang di tanam hanya untuk eksis ber selfi ria
- Gunakan air seperlunya dan mulai berhemat sesegera mungkin agar ketersediaan air tanah tetap terjaga serta menghemat energi untuk operasional pompanya
- Hentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai dan saluran air apalagi sampah yang berupa bahan nor organik yang bisa menyumbat atau menghambat aliran air, aliran air yang tersendat pada musim hujan dapat menyebabkan air meluap alias banjir.
- Jika kita mempunyai pekarangan rumah yang memadai , hiasilah pekarangan dengan tanaman , meskipun cuma tanaman pemanis mata, itu juga sudah merupakan upaya meningkatkan produksi oksigen dan membantu penyerapan karbondioksida di udara.
- Hemat energi terutama energi listrik untuk di rumah maupun di lokasi kerja. Pergunakan dengan se efektif mungkin kendaraan yang menggunakan bahan bakar agar sumber energi yang ada masih bisa di nikmati generasi mendatang
pic.twitter.com/shZYCk4bGh
Maraknya penebangan pepohonan ditengah pertumbuhan industri kayu menjadi salah satu penyumbang yang besar terhadap kerusakan lingkungan. Apalagi penebangan kayu yang dilakukan secara tak beraturan tersebut di lakukan terus menerus. Jumlah hutan di bumi akan berkurang, jumlah karbondioksida yang terbentuk tak sebanding dengan produksi oksigen secara alami. Ini merupakan salah satu penyebab bertambahnya suhu panas bumi di beberapa belahan bumi yang kita huni. Pembukaan lahan perkebunan secara masal serta tak mengindahkan hukum alam menambah juga kesesakan yang dapat memicu bumi tempat kita berpijak menunjukan kekesalanya.
t.co/Fxg5BCRAuT
Beberapa tahun terakhir ini kita masih menyaksikan, melihat dan mendapatkan kabar tentang masih banyaknya tradisi pembukaan lahan perkebunan dengan melakukan pembakarn hutan pada saat musim kering. Dan yang menggenaskan kini tradisi tersebut di ikuti banyak raksasa perkebunan guna menghemat biaya pembukaan lahan tanpa memikirkan dampak buruk yang di timbulkanya. Akibatnya sampai dengan saat ini masih kita saksikan bencana kabut asap di setiap musim kemarau. Akankah semua di biarkan terus berlangsung.  Akankah kita hanya menunggu atau cuma bisa mengukur waktu hingga Semua ini akan tamat suatu hari nanti akibat ketamakan yang dilakukan kita.
pic.twitter.com/Tvxz5w9Hjj
Jika tiba saatnya tanah di bumi sudah tak mau menumbuhkan pepohonan lagi
Air tak mau lagi teratur menguap dan turun kembali
Angin berkelana bebas menerjang kesana kemari
Laut pun berteriak meluapkan gelombang emosinya
Gunung pun turut memuntahkan isi perut bumi
Tanah pun mengersang membelah sana sini
Tak ada lagi guna sesalan datang
Tak ada lagi obat yang bisa sembuhkan bumi
Kemanakah mampu kita berlari
Ataukah hanya pasrah menyambut mati
Menunggu bumi tak lagi memiliki energi berotasi
thenaturalhistorian.com
Sebelum kita menyesali diri, mari kita Mulai dengan hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya. Bukan cuma membuang mantan pada hakikatnya. Mari jaga kelestarian bumi, bukan malah menambah kerusakannya. Jaga lingkungan sekitar, taman, pepohonan, bunga bunga, dan hutan yang masih tersisa . Seminimnya tindakan adalah tidak berpartisipasi merusaknya jika kita belum dapat melakukan langkah untuk membangunya atau memperbaikinya

Tulisan ini disumbangkan untuk situs Si-Nergi

Semoga Sukses Selalu

Sinergi

Sinergi
Seputar Informasi Energi