Rabu, 23 Maret 2016

Air Sumber Kehidupan dan menyimpan cadangan energi alternatif

Air bisa menjadi sumber energi alternatif? . Seperti apakah cara penggunaanya? Pertanyaan ini pasti pernah terselip dalam kilasan pikran  kita. Entah itu hanya kali ini saja, dua , tiga kali atau lebih sering masuk kedalam pikiran kita tentang pertanyaan tersebut. Betul tidak?. Seperti yang pastinya kita sudah pahami bahwa air merupakan unsur terpenting dalam kehidupan kita, tanpa air bagaimana mungkin kita bisa hidup. Setiap hari kita selalu menyaksikan dan merasakan sendiri manfaat air dalam keseharian kita. Di rumah di kantor dan di perjalanan kita selalu tak bisa lepas dari ketergantungan terhadap air. Penggunaan air secara umum yang setiap hari kita rasakan adalah untuk minum, memasak, mencuci,mandi dll. Namun kita masih sedikit mengenal bahwa air juga merupakan salah satu unsur penting dalam proses pengubahan energi yang kita nikmati saban hari di era teknologi digital saat ini. Pada pembangkit listrik tenaga uap contohnya, air memegang unsur sangat penting saitu sebagai pendorong turbin untuk menggerakan dinamo listrik yang mengubah gerak putar menjadi energi listrik yang setiap hari kita nikmati. Air di panaskan melalui boiler raksasa untuk di uapkan lalu di simpan dalam penampungan (tabung) untuk mendapatkan tekanan yang cukup kuat, kemudian uap bertekanan tinggi tersebut di alirkan lewat pipa menuju sisi baling turbin untuk menggerakan turbin sehingga bisa berputar. Putaran turbin inilah yang menggerakan transmisi memutar atau menggerakan dinamo (generator) penghasil energi listrik. Kira kira seperti itulah penjelasan singkat yang menyatakan air memiliki peran penting dalam proses menghasilkan energi listrik.


Kita loncat ke cerita tentang arus yang di ciptakan oleh air. Sipat air adalah mengikuti hukum gravitasi atau mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang rendah. Si pat seperti ini bisa kita lihat di sungai atau saliran saluran air. Sumber awal air sungai biasanya ber hulu di puncak bukit yang indah hijau nan mempesona. Mengapa demikian? Ya mungkin karena di sana terdapat pegunungan yang di lebati oleh pepohonan serta rimba belantara. Menurut penulis area pegunungan cenderung memiliki curah hujan yang tinggi hal ini di akibatkan karena hutan yang lebat membutuhkan karbodioksida dan air untuk membuat tetumbuhan di sana ber fotosintesis dan melangsungkan siklus hidupnya. Air yang menguap pada sungai , lautan dan sekitar kita berkumpul di angkasa menjadi gumpalan awan, gumpalan awan ini memuat kadar air yang terkumpul membentuk gumpalan es yang juga menyimpan muatan elektron dan proton. Hutan rimba dan pepohonan yang berada di dalamnya sebetulnya mengeluarkan signal (pangilan kebutuhan / medan magnetic) tertentu terhadap air dan gas karbon dioksida yang berada pada awan. Nah hal inilah yang memicu berkumpulnya awan bermuatan positif dan negatif bertemu sehingga memicu terjadinya tabrakan awan yang beda muatan listrik yang membuat perubahan kembali wujud air dari beku menjadi cair hingga turun kembali ke bumi. Air hujan yang jatuh di pengunungan di serap oleh tumbuhan sesuai kebutuhan juga menyerap kedalam permukaan tanah hingga ke rongga bebatuan di dalamya. Kelebihan air yang terserap kedalam tanah dan rongga bebatuan kemudian keluar melalui celah bumi yang biasa kita sebut mata air pada pegunungan. Sebagian besar air yang berlebih tersebut mengalir ke kaki bukit melalui saluran alami (anak sungai) dari saluran yang landai juga ada yang terjal {air terjun}. Arus air seperti air terjun inilah yang memiliki potensi untuk di jadikan sebagai penggerak turbin guna menghasilkan energi alternatif. pada beberapa media berita dan siaran televisi pasti kita pernah melihat pemanfaatan arus air dan air terjun sebagai sumber energi listrik.

Potensi Tenaga Air Besar Untuk PLTMH sendiri sudah di berdayakan oleh kementrian esdm. Di website  ebtke.esdm.go.id menjelaskan bahwa aat ini Indonesia mempunyai tantangan yang sangat besar untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dalam rangka mendukung pembangunan yang berkelanjutan. untuk itulah Kementerian ESDM sangat berkepentingan mendorong usaha percepatan pengembangan energi baru terbarukan, dalam hal ini energi air. Potensi tenaga air Indonesia cukup besar, mencapai 75 ribu Megawatt (MW). namun saat ini pemanfaatannya melalui penyediaan energi listrik nasional baru mencapai 10% dari seluruh potensi yang ada.

Pemerintah mendorong kebijakan dan regulasi untuk mempercepat pencapaian tingkat pemanfaatan energi aliran dan terjunan air (HIDRO) dalam bauran energi primer nasional serta menerbitkan Peraturan Menteri ESDM yang mengatur harga energi listrik dari pembangkit listrik yang menggunakan energi air Sebagai salah satu energi alternatif juga menjadi prioritas pemerintah untuk segera diselesaikan.

Pengembangan PLTA tersebut selaras dengan Masterplan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) yang menggunakan pendekatan breakthrough yang didasari oleh semangat not business as usual. Dalam pengembangan energi air, pihak swasta akan diberikan peran utama dan penting terutama dalam peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja, sedangkan pihak pemerintah akan berfungsi sebagai regulator, fasilitator dan katalisator. dari sisi regulasi, pemerintah akan melakukan deregulasi (debottlenecking) terhadap regulasi yang menghambat pelaksanaan investasi. Pemerintah mentargetkan dalam waktu 5 hingga 7 tahun akan terealisasikan Pembangkit listrik Minihidro (PLTM) sebesar 1.2 GW (240 unit PLTMH @ 5 MW) sehingga akan terdapat Potensi penghematan solar impor = 2,21 juta kL/tahun = 1,92 milyar US$/tahun dengan perkiraan produksi 7.358.400 MWh/tahun. ebtke.esdm.go.id

Dengan keseriusan pemerintah dalam program pemanfaatan Arus Air sebagai salah satu penghasil energi alternatif tersebut tentu dapat mengurangi ke khawatiran kita tentang krisis energi di masa mendatang.

Tambahan info bisa di lihat di
http://esdm.go.id/berita/323-energi-baru-dan-terbarukan/3746-enam-provinsi-miliki-potensi-tenaga-air-besar-untuk-pltmh-.html
http://ebtke.esdm.go.id/post/2014/07/02/628/kebijakan.pengembangan.tenaga.air
dan masih banya klagi bahan bahan bacaan untuk kita pelajari guna menambah pengetahuan juga daya imajinasi kita untuk mengejar penemuan penemuan baru di sektor energi terbarukan.

catatan: sebagian kalimat dan untaian kata di awal merupakan catatan yang di ambil dari ingatan penulis juga daya imajinasi saja yang mungkin tidak ilmiah. secara umum pengetahuan itu terbentuk dari mimpi (hayalan) berlanjuk ke pengamatan dan penelitian kemudian melakukan serangkaian percobaan hingga menemukan serta membaca fakta dan ilmu pengetahuan baru, yang sebetulnya sudah tersirat pada alam semesta..


Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Semoga Sukses Selalu

Sinergi

Sinergi
Seputar Informasi Energi