Kamis, 04 Agustus 2016

Potensi Gasbumi Dan PGN dalam Lamunan

Gas bumi sebagai sumber energi dan suber bahan baku memiliki peran penting di Indonesia saat ini dan masa mendatang. Potensi gas bumi yang dimiliki Indonesia memiliki cadangan untuk menghasilkan produk gas bumi hingga mencapai 59 tahun. (catatan status tahun 2008 mencapai 170 TSCF dan produksi per tahun mencapai 2,87 TSCF) TSCF singkatan dari Tera Standard Cubic Feet (Trillion Square Cubic Feet) adalah satuan untuk volume gas alam yang artinya triliun standar feet kubik.

Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Kebutuhan Dalam Negeri terdapat pada Peraturan Menteri ESDM No.03 Tahun 2010. Yang intinya bertujuan untuk menjamin ketersediaan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri secara optimal dengan mempertimbangkan ketersediaan infrstruktur dan keekonomian pengembangan lapangan gas bumi.

Terkait dengan penguraian catatan tersebut, PGN diberikan tugas dengan porsi yang cukup besar dalam melakukan pengembangan jaringan distribusi dan pemanfaatan gas bumi indonesia hingga ke berbagai sektor. PGN nampak sedang gencar untuk terus membangun dan memperluas jaringan pipa gas bumi di berbagai daerah yang sudah eksis juga menjadi pioner dalam membuka wilayah baru.Gencarnya gemuruh pembangunan tersebut dilakukan untuk meningkatkan dan memperluas pemanfaatan energi baik gas bumi di Indonesia, hingga bisa menjangkau lebih banyak lagi sektor konsumsi dan produktifitas bisnis yang ada.

Gas bumi masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan, pemerintah dalam rangka mendukung perencanaan pasokan gas untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri melakukan berbagai kajian dan menetapkan Neraca Gas Bumi Indonesia 2010-2025 dan menetapkan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional, serta memprioritaskan pemanfaatan melalui Kebijakan Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi dalam Negeri. Nampak jelas juga saat ini pemerintahan kita yang di pimpin presiden Joko widodo berupaya keras agar produksi energi baik di fokuskan untuk menghangatkan roda perekonomian dalam negeri, serta memacu sebisa mungkin berbagai sektor produktif yang ada untuk bertumbuh dan menumbuhkan benih baru juga.

Di sepertiga tahun 2016, PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN, telah menambah pipa gas bumi sepanjang lebih dari 109 kilometer (km), dengan total keseluruhan yang sudah ada mencapai lebih dari 7.100 km. Dan Tentu saja, penambahan pipa tersebut merupakan sarana juga upaya guna memperluas pemanfaatan energi baik gas bumi di Indonesia.

Dalam berita yang termuat di berbagai media dan masih bisa kita akses terdapat beberapa catatan di antaranya:
- Proyek pipa di Pasuruan jawa timur telah diselesaikan
- Pembangunan pipa gas bumi di Kajayan-Purwosari sepanjang 15 km juga telah diselesaikan
Proyek ini di sebutkan mampu memasok gas bumi sebanyak 17 MMSCFD dialirkan ke rumah tangga, industri, UKM, dan pembangkit listrik.

Selain itu
- PGN telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur gas bumi di wilayah Jetis-Ploso yang berada di wilayah Mojokerto dan Jombang sepanjang 27 km yang mampu memasok 65 MMSCFD.
- Proyek pipa gas bumi di wilayah Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 km yang bisa dimanfaatkan untuk industri pakan, makanan dan minuman, keramik, dan kawasan industri baru di sekitar wilayah Sidoarjo kini dalam proses penyelesaian.
- Proyek pipa distribusi gas bumi di wilayah Nagoya, Pulau Batam sepanjang 18,3 km juga di kebut. Selesainya proyek gas bumi di Batam ini, menambah pipa gas PGN di wilayah tersebut menjadi 141,3 km, yang sebelumnya di Batam, PGN mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang 123 km.
- Pembangunan jaringan gas bumi di Cirebon, Bekasi, Bojonegara, Purwakarta, Subang, Medan, hingga Pekanbaru juga terus di perluas oleh PGN.

PGN sudah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi mencapai lebih dari 7.100 km, sekitar 76% dari total pipa gas bumi nasional. Distribusi gas bumi ke lebih dari 116.400 pelanggan rumah tangga, 1.879 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, 1.576 industri berskala besar dan pembangkit listrik terus di kerjakan oleh PGN.

Dengan catatan pada 2015, distribusi gas bumi PGN yang mencapai 1.591 MMSCFD serta penghematan konsumsi energi nasional yang bernilai Rp 88,03 triliun per tahun, maka di 2016 hingga 2019, PGN menargetkan penambahan pipa gas 1.680 km serta 110.000 sambungan gas yang diperuntukkan rumah tangga. Hal tersebut diharapkan lebih banyak lagi nilai penghematan serta yang terpenting mampu mendongkrak geliat pertumbuhan berbagai jenis industri. Dengan bergairahnya pertumbuhan industri tentu saja kabar baik bagi kita karena pertumbuhan industri tentu di ikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang pastinya mengurangi jumlah pengangguran.

Tumbuhnya berbagai industri, berkurangnya pengangguran secara otomatis kesejahteraan masyarakat akan merangkak naik menopang ketahanan perekonomian nasional negara indonesia. Mari merdekakakn pikiran kita di bulan merdeka ini. Tatap dan sorot berbagai peluang perjuangan untuk meningkatkan produktifitas kita. Karena jika kita lalai menangkap peluang yang ada orang lain yang mampu melihatnya akan menyambarnya dan membuat kita hanya menggigit jari saja nantinya.

Semoga Harapan Tak cuma Jadi Wacana
Potensi Kehidupan Tak Cuma jadi Cerita
Semua harus bisa kita Manfaatkan
Jika kita terlena akan di tenggelamkan

Dan hanya larut dalam lamunan saja di tanggal pergi energi baik yang melintas mimpi
sumber info dan data data
http://finance.detik.com/read/2016/06/24/193140/3241777/1034/sampai-kuartal-i-2016-pgn-tambah-jaringan-gas-bumi-109-km
http://www.esdm.go.id/berita/40-migas/3190-cadangan-produksi-gas-bumi-indonesia-mencapai-59-tahun.html

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sinergi

Sinergi
Seputar Informasi Energi