Jumat, 20 Mei 2016

Ada Pellet Selain Gas Bumi Membuat Cinta PGN Bersemi

Di wilayah Jawa Timur PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 20.200 pelanggan, baik itu rumah tangga, UKM, komersial dan industri melalui pipa gas bumi sepanjang sekitar 1000 km. PGN juga menghadirkan kompor biomassa (pellet) yang efisien dan ramah lingkungan. Salah satu lokasi yang sudah bisa mendapatkan manfaat dari produk PGN ini adalah  pondok pesantren Nurul Huda yang juga berada di jawa timur.
inotek.org
Sebelum menggunakan kompor biomassa dari PGN, pesantren Nurul Huda, Bendungan Tengah, Keraton, Pasuruan jatim, menggunakan LPG guna memasak untuk kebutuhan konsumsi sekitar 250 santri putri, bahkan minyak tanah pun di pakai, bila tabung isi ulang LPG lama tak kunjung dilihat. Ada juga sekitar 200 santri putra yang kebutuhan konsumsinya menggunakan kayu bakar untuk memasaknya.

Kini pondok pesantren Nurul Huda bisa berbahagia, dengan adanya kompor pellet dari perusahaan gas bumi PGN. Karena,..... kalo pakai minyak tanah biayanya cukup mahal. Jika menggunakan kayu bakar, asapnya sering ngebul, melebihi asap rokok atau obat nyamuk bakar. Sedangkan untuk menggunakan tabung LPG, ada kalanya berada pada kondisi dan situasi antara ada dan tiada. Walau tak selalu tapi seringnya ya begitu tu.

Kompor biomassa PGN ini menggunakan bahan bakar berupa pellet. Ini disebut pellet mungkin karena di cetak atau di bentuk menyerupai pellet atau makanan ikan ikan. Pellet sendiri yang di ulas di sini bukanlah berasal dari mbah dukun, juga sesepuh klenik dan mistik. Tapi berasal dari limbah pertanian seperti bonggol jagung, jerami padi, serbuk gergaji, kayu dll yang melalui proses pemadatan. Dengan 7 ons pellet bisa digunakan untuk memasak sekitar 1-2 jam. Pellet adalah bahan bakar yang merupakan salah satu contoh energi baru terbarukan yang terus di maksimalkan pemanfaatanya oleh PGN selain gas bumi.

Selain terus membangun jaringan ifrastruktur gas bumi, kompor biomassa juga merupakan salah satu pengembangan inovasi oleh PGN, untuk mendukung penggunaaan energi baru terbarukan di Indonesia. Kompor pellet biomassa ini, tidak menghasilkan asap, Karena itu kompor ini aman bagi kesehatan. Di negara kita sudah ada 14 pabrikan yang memproduksi bahan bakarnya atau di kenal dengan sebutan pellet biomassa, Akan tetapi karena minimnya pasar dalam negeri, kebanyakan produksinya di ekspor ke Korea dan Jepang. Di kedua negara tersebut pellet ini juga digunakan rumah tangga untuk memasak, bahkan bahan bakar ini ada juga yang di gunakan untuk pembangkit listrik.

Di jawa timur, termasuk daerah pasuruan PGN terus mengerjakan infrastruktur gas bumi guna mengurangi import bahan baku energi. Sudah tercatat di berbagai media berita, sampai  dengan saat ini ada lebih dari 260 pelanggan yang menikmati gas bumi PGN yang efisien dan ramah lingkungan, mulai dari rumah tangga hingga industri

Pipa gas bumi PGN di Pasuruan tercatat baru sekitar 189 km, PGN berkomitmen  akan perluas sehingga rumah tangga, industri, usaha kecil, dan lainnya bisa segera menikmati gas bumi yang hemat dan bisa masak sepuasnya tanpa khawatir kehabisan gas.

Mari kita doakan agar PGN dalam mengelola gas bumi dan sumber energi terbarukan lainya serta inovasinya menghasilkan produk energi ramah lingkungan dan terbarukan terus bertumbuh, berkembang dan berbuah hingga sampai menghasilkan biji atau benih benih baru, untuk kemajuan generasi indonesia kini dan masa nanti.

http://finance.detik.com/read/2016/05/17/130556/3212327/1034/pesantren-di-jatim-beralih-dari-lpg-ke-kompor-biomassa-pgn

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sinergi

Sinergi
Seputar Informasi Energi